Senin, 19 Januari 2009

Cara memelihara ikan koi

Ada seorang penggemar koi? Atau ingin memelihara ikan koi? Ada baiknya anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

Ikan koi atau yang dalam bahasa latinnya Cyprinus capriyo mempunyai kekerabatan yang sama dengan ikan mas. Konon, ikan mas merupakan nenek moyang ikan koi. Oleh karena itu, ikan koipun bisa dikonsumsi.

Di negara asalnya Jepang, ikan koi bisa mencapai panjang maksimum 120 cm. Sedangkan di Indonesia ikan koi baru bisa mencapai panjang maksimum 75 cm. Ikan koi termasuk ikan yang berumur panjang. Konon ikan koi milik Kekaisaran Jepang mencapai umur 120 tahun, dengan panjang 120 cm.

Jenis ikan ini menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia karena kemampuan jenis ikan ini untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan setempat.
Ikan jenis ini merupakan jenis ikan hias kolam paling popular dan paling digemari di seluruh penjuru dunia, mungkin karena keindahan ragam pola dan warnanya.

Ikan koi memiliki daya tarik tersendiri disbanding dengan ikan lainya karena liukan tubuhnya yang gemulai dan corak warna nya yang tajam dan bersih ada kepercayaan dibeberapa Negara bahwa jika memelihara koi maka akan membawa keberuntungan, soal ini saya tidak pernah membuktikan tetapi yang jelas bagi saya jika melihat ikan koi yang berenang kesana kemari disebuah kolam maka akan membawa kedamaian ditambah percikan air yang mengalir baik dari pompa atau dari sumber lain menambah kesejukan hati yang mendengar.


Ada beberapa tips Jika kita ingin membeli koi :

  1. pilih lah ikan koi yang memeliki warna lebih dari dua jika ada yang berjenis showa atau kombinasi tiga warna merah, hitam dan putih.

  2. pilihlah ikan koi yang lincah, lebih bagus yang liar atau sukar ditangkap tandanya ikan tersebut masih sehat dan tidak terkena penyakit.

  3. pilihlah ikan koi yang sehat, perhatikan koi tersebut baik-baik apakah ada bekas luka, sisik yang terlepas dan perhatikan juga ingsangnya apakah berwarna merah atau putih jika putih tandanya masih sehat tetapi jika berwarna merah berarti koi tersebut sedang sakit.

  4. perhatikan cara berenang koi apakah lincah meliuk-liuk turun naik kepermukaan atau hanya “mengambang” maksudnya adalah koi tersebut hanya berenang dengan posisi badan 45° dan mulut membuka menutup (mangap-mangap) dan tidak respek dengan sentuhan tanan atau dengan makanan yang ditaburkan, itu tandanya koi sedang mengalami stress bisa karena perjalanan jauh atau kondisi dari kolam atau aquarium termpat habitatnya.

Selanjutnya tempat tinggal koi

Untuk lebih mudah memahami dalam membentuk lingkungan hidup koi yang baik, Cobalah pembaca bayangkan sebuah danau atau sebuah sungai alam, disana banyak hidup berbagai mahluk hidup baik flora maupun fauna, yang kalau kita amati secara biologi sederhana antara satu dan lainnya masing – masing species yang hidup disana saling ada keterkaitan antara satu dengan lainnya, mulai dari mikro organisme sampai makro organisme, Kehidupan disana akan membentuk suatu rantai makanan dan rantai kehidupan. Jadi dalam menciptakan lingkungan tempat hidup koi hendakanya kita berusaha untuk menciptakan lingkungan yang menyerupai habitat aslinya, tentu saja dengan membuang hal-hal yang dapat mengganggu kelangsungan hidup koi itu sendiri di habitat aslinya, misalkan saja predator. Predator bisa berupa ikan-ikan sejenis nila, bawal, gabus dan ada juga ikan-ikan kecil yang dijual toko ikan yang berwarna-warni sebaiknya kita jangan mencampur ikan koi dengan ikan2 tersebut.

Jika anda nekat mencampur ikan tersebut bisa-bisa ikan koi kesayangan kita habis digerogoti, pernah saya memelihara koi dikolam dan secara tak sengaja adik saya memasukan ikan bawal hasil pancingannya kekolam koi saya dan keesokan harinya koi saya tinggal kepala doang…!! Wah, akhirnya saya peringatkan adik saya agar jangan mencampur ikan sejenis predator tersebut dengan ikan koi.

Dalam memelihara koi dalam lingkungan tempat tinggal kita tidak mungkin kita membuat lingkungan hidup seperti habitat asli koi. Namun disini kita harus merekayasa lingkungan hidup koi sehingga meyerupai habitat aslinya.

Merancang lingkungan hidup koi


Dalam membuat lingkungan hidup koi ( dalam hal ini yang dimaksud adalah “tempat” rencana pembaca untuk memelihara koi ) sangat erat kaitannya dengan anggaran yang disiapkan, luas lahan yang akan di gunakan, selera estetika hobbis dan sebagainya.


Untuk merancang tempat pemeliharaan koi hal yang pertama perlu dipikirkan adalah sumber air yang akan digunakan.

  • Apabila di tempat yang akan kita gunakan mempunyai sumber mata air alami maka yang kita butuhkan hanyalah rancangan untuk membuat kolam atau rancangan sebuat empang ( banyak yang mengistilahkan demikian untuk kolam dengan sumber mata air alami ).

  • Apabila lahan yang akan kita gunakan tidak memiliki sumber mata air alami tetapi memiliki sumber air alami buatan ( misalkan sumur ) tinggal pembaca mempertimbangkan factor ekonomis.

  • Yang dibutuhkan adalah rancangan kolam dengan sumber air mengalir terus ke kolam.

  • Namun apabila mempertimbangkan ketersedian atau kemampuan sumber air tersebut atau factor ekonomis maka yang di butuhkan adalah rancangan kolam dengan sistim filtrasi-nya.

  • Apabila lahan yang akan kita gunakan menggunakan sumber air yang tidak alami ( misalkan PDAM / PAM ) yang diperlukan adalah hasil test laboratorium sumber mata air tersebut ( misalakan PDAM, setiap daerah memiliki kualitas air yang berbeda – beda ), baru kita dapat merancang kolam dengan sistim filtrasi yang sesuai.

  • Apabila pembaca ingin memelihara koi di akuarium atau bak maka yang diperlukan adalah sumber airnya dan rancangan sistim filtarsi yang sesuai dengan kualitas air dan bentuk akuarium / bak tersebut.


Sistim filtrasi

Sistim filrasi diperlukan untuk menjaga habitat koi tetap sehat dan layak huni.
Sama seperti manusia koi hidup juga menghasilkan limbah, kotoran, dan lain – lain yang dapat merusak kualitas air sebagai tempat hidup koi itu sendiri.

Misalkan kotoran (feses ) yang dapat menimbulkan gas ammonia yang beracun.

Sistim filtrasi yang terbaik baik adalah sistim yang sesuai dengan kolam itu sendiri baik bentuk kolam , letak kolam ( dalam tanah, diatas permukaan tanah atau gabungan ) ,sumber air kolam itu sendiri dan hal - hal lainya.Sistim fitrasi yang baik adalah gabungan antara filter fisika, kimia dam biologi.
Yang dimaksud sistim fisika adalah sistim filter secara fisika atau mekanis, kalau lebih disederhanakan lagi mungkin filter untuk menyaring kotoran – kotoran yang kasat mata.

Yang dimaksud sistim kimia adalah sistim filtasi dengan proses kimiawi dan atau penyaringan bahan – bahan kimiawi yang sifatnya merusak atau menurunkan kualitas air sebagai habitat hidup.

Sedangkan sistim biologi adalah sistim filtasi dengan proses biologi bisa dengan bantuan beberapa tumbuhan air ada jua beberapa hewan air yang membantu menyaring air kotor.


Sistim filtasi memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup koi kesayangan kita. jika kita tidak memperhatikan segi kebersihan dan fungsi dari filtasi maka diprediksi koi kita tidak sampai umur satu bulan sudah pergi meninggalkan kita, yan harus diperhatikan adalah kadar oksigen dalam air ini yang sering diabaikan oleh para hobbis kadar oksigen dalam air bisa ditimbukan dari “aerator” atau pompa udara keair selain itu bisa juga dengan membuat percikan-percikan air dari keran atau pompa khusus aquarium sedikit saja asal konstan sudah cukup membantu. Tingkat kejernihan air juga mempengaruhi koi lebih senang tinggal diair yang jernih dan mengalir.

Ada bagusnya jika kita memlihara koi diaquarium di tambahkan pasir khusus aquarium yang banyak tersedia di pets store dan juga tanaman air yang berguna menjaga kadar oksigen dalam air.

Pemberian pakan

Kandungan Makanan Koi

Makanan ikan terdiri dari beberapa bagian seperti Protein, Lemak, Karbohidrat, Vitamin, dan Mineral.

1. protein

Terdiri dari macam-macam asam amino. Semua asam amino yang esensial harus terkandung di makanan ikan. Ada 20 jenis asam amino dari protein yang berasal dari binatang dan tumbuh-tumbihan. Makanan yang baik harus mengandung cukup asam amino, untuk menggantikan sel-sel yang rusak pada saat produksi sel telur dan sperma. Kekurangan protein akan menyebabkan :

  1. Pertumbuhan terhambat

  2. Dalam jangka waktu lama akan menyebabkan tulang belakang bengkok

2. lemak

Lemak adalah pengatur energi untuk koi. Koi bisa memproduksi hampir semua asam lemak sendiri, kecuali asam linol dan asam esensial, yang harus terkandung di dalam makanan.

  1. Asam linolen mempercepat pertumbuhan. Jika kekurangan, makan akan terjadi kerusakan pada sirip, jantung, dan lever

  2. Asam lemak esensial terkandung pada ikan, minyak jagung, minyak kedelai, dan pada biji gandum. Di udara, asam lemak cepat teroksidasi. Karena itu dianjurkan untuk menutup makanan koi dengan baik (kedap udara), tidak terkena matahari, dan tidak lembab.

  3. Koi dewasa tidak boleh diberi makanan yang banyak mengandung lemak, karena lemak tersebut akan mengumpul di organ-organ tubuh ikan seperti di lever dan mengganggu fungsinya

3. karbohidrat

karbohidrat juga termasuk pengatur energi, tetapi karbohidrat sulit dicernakan. Kebanyakan karbohidrat akan merusak lever.

4. vitamin

Sangat diperlukan untuk metabolisme dan pertumbuhan koi. Vitamin dibagi menjadi dua :

  1. Vitamin yang larut dalam minyak/lemak. Jenis ini akan menyebabkan hypervitamin dan merusak kesehatan koi

  2. Vitamin yan laut dalam air.

5. Mineral

Mineral diperlukan untuk metabolisme, membentuk tulang-tulang osmoregulasi. Fungsi dari system syaraf dan pertukaran gas antara darah dan sel. Kekurangan mineral jarang ditemui pada ikan, karena kebanyakan mineral bisa didapat dari air.

  1. Koi kecil (<>è memerlukan 5% dari berat badan perhari

  2. Koi dewasa (> 35 cm) è memerlukan 2% dari berat badan/hari

  3. Berikanlah koi makan secukupnya, yang bisa habis dalam beberapa menit

  4. Memberi makan sebaiknya dua kali setiap pagi dan sore pada waktu yang sama


Makanan Untuk Mencerahkan Warna Koi

Makanan yang mengandung pigmen tertentu, bisa membuat warna tidak luntur dan mematangkan warna.

Caratin memperkuat warna merah pada koi. Jika terlalu banyak, akan membuat warna putih pada ikan menjadi kekuningan

Spirulina juga memperkuat warna merah, tetapi sedikit mempengaruhi warna putih. Sebaiknya 2 minggu memberi makan yang mengandung spirulina, dan 2 minggu tanpa spirulina.


3 komentar:

  1. Mengapa saya mencampur 2 ikan koi dengan ikan mas kok jadinya berantem?..padahal mereka berkerabat kan?.. Mohon penjelasannya.trims.

    BalasHapus
  2. Mengapa saya mencampur 2 ikan koi dengan ikan mas kok jadinya berantem?..padahal mereka berkerabat kan?.. Mohon penjelasannya.trims.

    BalasHapus